Ekti: Perbaikan Jalan Dan Jembatan Harus Segera Dianggarkan

Anggota Komisi III DPRD Kaltim dari fraksi Gerindra dapil Kubar Mahulu,Ekti Imanuel(bermasker hijau) saat hearing dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.(foto:slamet/indcyber.com).

Penulis: Slamet Pujiono
Editor: Redaksi

INDCYBER.COM,SAMARINDA-Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur menggelar hearing terkait kelanjutan pembangunan Jembatan Tering dan Jembatan Melak Aji Tulur Jejangkat (ATJ) dengan Pemkab Kutai Barat,Senin (12/4/2021) di gedung E, lantai 1 kompleks DPRD Kaltim.

Ditemui indcyber.com seusai hearing diruang kerjanya anggota Komisi III Ekti Imanuel mengatakan bahwa pihaknya mencari strategi perihal Jembatan Melak ATJ agar pembangunannya bisa berlanjut.

“Kami ada opsi yakni membuat rencana desain ulang jembatan itu tapi kemungkinan struktur yang lama kita pergunakan lagi. Nanti diajukan lewat APBD daerah, APBD Kaltim, dan APBN,” ujar Ekti.

Masih lanjut Politisi Gerindra ini, APBN harus dilibatkan di pembangunan ini karena Kubar turut berbatasan dengan PPU yang notabenenya sebagai calon IKN. Bahkan Kubar juga strategis dari sisi adat, sosial, dan wisata. Sedangkan pembangunan Jembatan Tering juga harus segera dilanjutkan. DPRD Kaltim siap untuk meneruskannya ke gubernur.

“Kalau Jembatan ATJ itu jadi, maka akses yang sekarang ini 10 jam, maka bisa ditempuh selama 5 jam saja ke Kukar dan Kota Bangun,”ungkapnya.

Pada pertemuan selanjutnya, Komisi III akan mengundang Bappeda Kaltim untuk bisa mendiskusikan kapan rampungnya kedua jembatan tersebut. Selain perihal jembatan, hearing juga membahas terkait kondisi akses jalan dari Kubar ke Samarinda. Hal itu ditegaskan anggota Komisi III yang sekaligus Ketua Badan Kehormatan DPRD Kaltim Ekti Imanuel.

“Perbaikan akses jalan harus segera dianggarkan. Apalagi, Kubar juga dekat dengan calon IKN yakni PPU,”tegas Ekti.

Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Bupati (Wabup) Kubar, Edyanto Arkan menyampaikan bahwa, pembangunan kedua jembatan tersebut diharapkan mampu menjalin kerja sama antara Pemkab Kubar dan Pemprov Kaltim. Serta didukung dengan APBN. Sebab, ungkap Edyanto, porsi kabupaten sudah cukup besar di dalam pembangunan itu.

“Namun karena keterbatasan kemampuan, jadi kita ini perlu dibantu oleh Pemprov dan APBN. Tampaknya dalam rapat ini disepakati pihak provinsi akan membantu dalam hal mengkoordinasikan dengan APBN dan APBD Kaltim,” ungkap Edyanto.

Pembiayaan untuk membangun 2 jembatan tersebut sudah cukup besar. Seandainya tak dilanjutkan, maka akan menimbulkan kerugian yang besar pula dan tak dapat dirasakan masyarakat.

Pada 2018 silam, Pemkab Kubar masih membutuhkan Rp 243 miliar. Jika anggaran untuk 2 jembatan itu bisa ditanggung bersama-sama, maka memungkinkan pembangunannya bisa terselesaikan.

“Kalau Jembatan Tering itu sudah direncanakan sejak 2002 dan dipancang pada 2005. Sedangkan Jembatan Melak ATJ itu dipancang pada 2012. Seyogyanya selesai pada 2015 tapi ada pengurangan penerimaan daerah pada 2015 secara nasional. Sehingga dana itu tidak dapat kita selesaikan,” lanjut Edyanto.

Diakui Edyanto, pembangunan jembatan bisa dikatakan terlambat secara fisik karena situasi alam. Sehingga, saat ini Pemkab Kubar menilai pembangunan 2 jembatan bisa disikapi secara hukum, teknis, maupun finansial.

“Kami bersyukur DPRD hari ini mengundang. Kami bersyukur. Ada kesepakatan kita bahwa ini harus bekerja sama,” tambah Edyanto.

Kedua jembatan tersebut dinilai sangat krusial dan strategis. Sebab akan menghubungkan kawasan pengembangan wilayah strategis nasional yakni Kubar-Kukar untuk komoditas pertanian.

Termasuk kawasan strategis nasional di perbatasan Mahulu. Jika jembatan direalisasikan, bisa memberikan akses lebih dekat bagi masyarakat dari perbatasan ke provinsi. Bahkan menghubungkan dari Kalteng-Kubar dan menuju Pelabuhan Maloy di Kutim. Namun memang, semuanya perlu waktu.

“Sehingga ini bisa jadi PR bersama. Tak hanya dari Kubar. Sebab bentangnya sangat panjang, lebih dari 100 meter. Wajar kalau ada keikutsertaan dukungan dari pemerintah pusat,” beber Edyanto.

Anggaran yang sudah dikeluarkan untuk Jembatan Melak ATJ sebelumnya sekitar Rp 300 miliar. Sedangkan Jembatan Tering sudah dikeluarkan Rp 55 miliar. Anggaran yang akan datang masih bakal diperhitungkan kembali bersama konsultan.(advertorial).

 663 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *