Joha Fajal Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, memberikan keterangan kepada wartawan terkait percepatan operasional Pasar Pagi. (Foto: Fathur)
Indcyber.com , SAMARINDA — Penantian panjang masyarakat terhadap beroperasinya Pasar Pagi kini memasuki babak baru. Di tengah silang informasi soal pendataan pedagang, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, menyampaikan pesan tegas: seluruh proses teknis sudah terkendali, dan pembukaan Pasar Pagi tinggal menunggu keputusan pemerintah kota.
Menurut Joha, laporan terbaru yang diterima Komisi II menunjukkan bahwa isu pendataan pedagang yang sebelumnya menimbulkan kebingungan publik sebenarnya sudah tuntas. Dinas Pasar disebut telah melakukan verifikasi data dan memastikan tidak ada persoalan mencolok.
“Informasi terakhir menunjukkan pendataan aman. Kalau aplikasi pendataan sedang disempurnakan, itu langkah bagus, bukan alasan untuk menunda,” ujarnya saat ditemui wartawan, Rabu (26/11/2025).
Pasar Pagi sebagai Simbol Penataan Kota
Joha menilai Pasar Pagi bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga salah satu ikon penataan kawasan perdagangan di Samarinda. Karena itu, kepastian pembukaannya menjadi sangat penting agar alur penataan pasar lain juga bisa berjalan selaras.
“Pasar Pagi ini pintu awal penataan. Kalau ini selesai, baru pasar lain seperti Segiri bisa masuk tahap selanjutnya. Jangan sampai penataan tumpang tindih,” terangnya.
Pendataan Sudah Tidak Bermasalah
Menanggapi isu selisih jumlah lapak dan pedagang, Joha memastikan laporan dinas sudah menegaskan tidak ada ketidaksesuaian data. Ia meyakini bahwa pekerjaan rumah terbesar pemerintah justru tinggal pada sisi regulasi lapangan.
“Soal data, sudah aman. Dinas sudah menjelaskan dan Komisi II sudah menerima penjelasan itu. Tidak ada masalah yang harus dibesar-besarkan,” tegas politisi Partai NasDem ini.
Namun ia mengingatkan bahwa penerapan sistem digital nantinya tetap membutuhkan kedisiplinan pedagang agar operasional berjalan tertib.
Momen Tepat Menjelang Tahun Baru
Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat di akhir tahun, Joha menilai percepatan pembukaan Pasar Pagi sangat mendesak. Momentum ini, menurutnya, tidak boleh disia-siakan oleh pemerintah.
“Kebutuhan masyarakat meningkat, pedagang sudah bersiap. Kalau tidak ada hambatan, lebih cepat lebih baik,” tegasnya.
Penataan Luar Area Harus Lebih Tegas
Joha juga menyoroti kondisi Pasar Pagi sebelum revitalisasi, yang kerap semrawut karena banyak pedagang beraktivitas di luar area resmi. Ia mendorong Pemkot lebih tegas dalam penataan, terutama saat pasar nanti mulai beroperasi kembali.
“Dulu semrawut karena pedagang tanpa izin menempati area depan. Ini harus jadi perhatian agar tidak muncul masalah baru,” pungkasnya.
Reporter: Fathur | Editor: Awang
![]()

