Anggota DPRD Samarinda, Moh Yusrul Hana. (Foto: Fathur/Indcyber.com)
SAMARINDA, indcyber.com – Warga kawasan Jalan Teuku Umar, Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, mengeluhkan kondisi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada di lingkungan mereka. Selain bau sampah yang tak sedap menyebar ke pemukiman, tumpukan sampah yang meluber hingga ke jalan raya seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari. Warga menilai pengangkutan sampah yang lambat menjadi salah satu penyebab utama permasalahan ini.
Lokasi TPS yang berada dekat dengan Lampu Merah Perempatan Jalan, tepatnya antara kantor PUPR Kaltim dan DPRD Provinsi Kaltim, semakin memperburuk keadaan. Titik ini merupakan jalur utama yang dilalui kendaraan, dan tumpukan sampah yang menghalangi jalur ini bukan hanya mengganggu pemandangan tetapi juga mempengaruhi kenyamanan para pengendara yang melintas.
Anggota DPRD Samarinda, Moh Yusrul Hana, menanggapi keluhan tersebut dan mengungkapkan bahwa ia telah menerima banyak aduan dari warga setempat. Yusrul berjanji akan mengambil langkah konkret untuk menangani permasalahan ini dalam waktu dekat.
Menurut Yusrul, keberadaan TPS yang tak terkelola dengan baik ini tidak hanya mengganggu lalu lintas dan berisiko menimbulkan masalah kesehatan akibat bau sampah yang menyebar, tetapi juga merusak keindahan kota. Tumpukan sampah di lokasi strategis ini sangat mencoreng pemandangan kota, apalagi berada di daerah yang dilalui banyak orang dan pengendara setiap harinya.
“Saya sudah mendengar langsung banyak keluhan dari masyarakat tentang kondisi TPS di sana. Masalahnya bukan hanya tumpukan sampah yang mengganggu, tapi juga bau yang menyebar ke pemukiman, yang tentu saja bisa menimbulkan masalah kesehatan. Ditambah lagi, sampah yang menumpuk di lokasi ini merusak keindahan kota dan mengganggu pemandangan, terutama di area yang cukup ramai dilalui kendaraan,” kata Yusrul, Minggu (16/3/2025).
Yusrul menegaskan bahwa langkah cepat harus segera diambil untuk menghindari masalah yang lebih besar. Ia menyarankan beberapa solusi untuk mengatasi persoalan ini, di antaranya adalah evaluasi terhadap sistem pengangkutan sampah yang ada serta kemungkinan untuk merelokasi TPS ke lokasi yang lebih sesuai dan tidak mengganggu aktivitas warga maupun merusak keindahan kota.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda dan membahas langkah-langkah yang lebih konkret. Evaluasi sistem pengangkutan sampah dan mungkin mempertimbangkan relokasi TPS ke tempat yang lebih layak akan menjadi prioritas kami,” tegas Yusrul.
DPRD Kota Samarinda juga berencana untuk memanggil dinas terkait dalam waktu dekat untuk mencari solusi jangka panjang yang efektif dalam mengelola sampah dan memastikan kenyamanan serta kesehatan warga.
Yusrul berharap dengan perhatian dan koordinasi yang lebih intens, permasalahan ini dapat segera diselesaikan. Ia menekankan bahwa kesejahteraan dan kenyamanan warga, serta keindahan kota, harus menjadi prioritas utama dalam penanganan masalah ini.
“Kami berharap pemerintah kota bisa segera menanggapi keluhan masyarakat dan memberikan solusi yang tepat agar warga dapat hidup dengan lebih nyaman, sehat, dan kota kita tetap indah dipandang,” tutup Yusrul.
Reporter : Fathur | Editor : Awang | ADV
![]()

