Indcyber.ckm, Mahakam Ulu – Transportasi sungai di alur Mahakam hingga kini masih menyimpan penderitaan bagi masyarakat pedalaman, khususnya di daerah Riam Udang, Riam Panjang, hingga Riam Treganas. Jalur air yang menjadi satu-satunya akses menuju Mahakam Ulu itu dikenal ekstrem dan penuh bahaya.
Derasnya arus sungai, batu-batu besar yang menghadang, serta gelombang deras di kawasan riam membuat perjalanan terasa mencekam. Tidak jarang perahu ketinting maupun kapal motor terbalik diterjang arus, mengancam keselamatan penumpang dan barang bawaan.
Warga pedalaman terpaksa menempuh jalur tersebut karena belum adanya akses darat yang memadai. Setiap kali hendak bepergian ke kota kecamatan, warga harus rela menghadapi maut di sungai. Bahkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti sembako, bahan bakar, hingga layanan kesehatan, semuanya bergantung pada jalur berbahaya ini.
“Kalau air sungai tinggi, arus makin deras. Banyak orang takut lewat Riam Panjang dan Riam Treganas, tapi tidak ada pilihan lain. Kami tetap harus jalan,” ungkap seorang warga setempat dengan nada pasrah.
Selain resiko kecelakaan, biaya transportasi pun terbilang mahal. Satu kali perjalanan bisa menghabiskan ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jarak tempuh dan kondisi sungai. Hal ini semakin menambah penderitaan masyarakat pedalaman yang umumnya hidup dari hasil hutan dan ladang.
Hingga kini, warga Mahakam Ulu masih berharap pemerintah serius memikirkan solusi transportasi aman dan layak. Bagi mereka, menantang maut di jalur riam bukanlah pilihan, melainkan sebuah keterpaksaan untuk bertahan hidup di tanah sendiri.(red)
![]()

