TENGGARONG, indcyber.com — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus memacu realisasi program strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang terintegrasi dengan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Program hilirisasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini dipastikan rampung 100 persen pada Desember 2026 mendatang.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kukar, Yusha Abdi, S.Sos, menegaskan bahwa pelaksanaan pembinaan nelayan yang mencakup sektor tangkap, keramba ikan, hingga budidaya udang saat ini telah berjalan dan memasuki progres sekitar 20 persen.
“Program ini dirancang dari hulu ke hilir untuk mengubah kawasan permukiman pesisir serta perairan darat menjadi pusat ekonomi modern terpadu. Saat ini progresnya terus berjalan mengarah ke 20 persen dan kami targetkan Desember 2026 seluruh fasilitas sudah bisa dimanfaatkan 100 persen oleh masyarakat Kukar,” ujar Yusha Abdi.

Sembilan titik potensi yang menjadi target garapan tersebar di wilayah pesisir hingga kawasan perairan hulu Kukar, meliputi:
Kelurahan Samboja Kuala
Kelurahan Muara Jawa Pesisir
Desa Tanjung Limau
Desa Kersik
Desa Pela
Desa Sangkuliman
Desa Semayang
Desa Jantur
Kawasan penunjang sektor budidaya dan tangkap Kukar
Saat ini, lokasi seperti Samboja Kuala, Handil Terusan, Muara Jawa Pesisir, hingga kawasan perairan hulu (Pela, Sangkuliman, Semayang, dan Jantur) tengah menjalani tahap pembangunan fisik, proses verifikasi, serta survei lapangan.
Untuk menunjang operasional dan menekan biaya produksi nelayan, Pemkab Kukar bersama KKP membangun serangkaian fasilitas fisik terpadu di kawasan tersebut:
SPBUN/SPBN: Menjamin kepastian dan kemudahan akses pasokan solar bersubsidi langsung di pemukiman nelayan.
Fasilitas Rantai Dingin (Cold Chain): Pembangunan cold storage dan pabrik es guna menjaga kualitas serta harga jual ikan saat panen raya.
TPI & Dermaga Modern: Penyediaan sarana pendaratan kapal dan shelter perahu yang lebih tertata.
Bengkel Perahu Nelayan: Memfasilitasi perawatan mesin dan kapal secara lokal untuk memangkas biaya operasional.
Lantai Jemur: Sarana penunjang pengolahan dan pengeringan produk turunan perikanan.
Integrasi antara Kopdes Merah Putih dan DKP Kukar ini diharapkan tak sekadar memperkuat infrastruktur fisik, tetapi juga memutus rantai ketergantungan nelayan pada pihak ketiga, memangkas biaya logistik melaut, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat perikanan di Kutai Kartanegara secara berkelanjutan.( Red)
![]()

